Seberkas Cahaya untuk Indonesiaku

Indonesiaku, negeri tercintaku ini telah merdeka selama 69 tahun di tahun ini. Banyak sekali perjuangan yang dilakukan untuk memerdekan dan mempertahankan keutuhan negeri ini. Bahkan pahlawan-pahlawan terbaik bangsa ini yang gugur di medan perang. Tak hanya harta benda, tetapi juga nyawa yang mereka serahkan untuk negeri Indonesia ini. Selesai perang kemerdekaan, Indonesia mulai membangun infrastruktur yang baru bagi Indonesia. Tak terkecuali listrik.

Setiap setahun sekali pada tanggal 27 Oktober kita selalu merayakan hari Listrik Nasional. Perayaan semacam ini harusnya disambut dengan gembira, namun terkadang saya memikirkan tentang saudara-saudara sebangsa saya yang berada di pelosok sana, apakah mereka bisa menikmati lampu seperti saya? Akhirnya saya pun mengetahui jawabannya. Dari data yang dikumpulkan oleh Rista Rama Dhany pada tahun 2013 tercatat bahwa 10.211 desa yang belum terlistriki dan 401 desa diantaranya berada di Jawa dan Bali.
Dari data yang dihimpun oleh Hasan Kurniawan di tahun 2013. Sekitar 26 persen wilayah Jawa Barat, belum teraliri listrik. Sedangkan di Jawa Tengah, sekitar 300 warga di Kabupaten Sleman, belum memasang listrik di rumahnya, karena mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, di Kecamatan Prambanan, ada sekira delapan dusun di dua desa yang belum teraliri listrik, yaitu Desa Gayamharjo dan Wukirsari. Hal ini harusnya menjadi perhatian pemerintah.

Begitupun dengan warga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Di daerah ini, ribuan warga hidup dalam kegelapan dan di antara pemukiman miskin tersebut, berada di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, dan Kabupaten Madiun banyak sekali data yang saya temukan tentang daerah-daerah yang belum terjamah listrik.

Di waktu yang bersamaan, pemerintah kita, Pak Dahlan, justru menjual listrik ke luar negeri. Penjualan sebesar 600-1.000 megawatt (MW) listrik itu, dilakukan dari Kepulauan Riau ke Semenanjung Malaka, Malaysia. Bagaimana mungkin seorang pemerintah Indonesia menjualkan listriknya untuk orang lain padahal pemasangan listrik untuk Indonesia sendiri belum merata hingga ke pelosok Indonesia.

REFERENSI

http://www.merdeka.com/uang/sebagian-indonesia-masih-gelap-dahlan-justru-jual-listrik.html

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/362686-29-persen-masyarakat-ri-belum-tersentuh-listrik

http://finance.detik.com/read/2013/05/23/183635/2254399/1034/kasihan-10211-desa-di-indonesia-belum-teraliri-listrik

http://news.liputan6.com/read/765001/42-desa-di-maluku-belum-teraliri-listrik

http://daerah.sindonews.com/read/899439/21/curhat-warga-garut-yang-belum-nikmati-listrik

http://daerah.sindonews.com/read/798480/29/jutaan-rakyat-indonesia-belum-menikmati-listrik

Tulisan ini dikirim 5/10/2014 untuk lomba artikel “Indonesia dalam Kritik Sosial” dan menjuarainya meskipun bukan juara 1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s