Solusi Tuntas Penyakit Moral [LGBT]

Pembahasan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) semakin mencuat akhir-akhir ini. Dimulai dari kesalahpahaman terhadap kelompok studi di Universitas Indonesia tentang seksualitas hingga bermunculannya pembahasan LGBT ini di televisi untuk menjawab keresahan masyarakat. Keresahan ini makin diperparah dengan tuduhan terhadap salah satu artis yang diduga sebagai homoseksual dan mencuatnya akun komunitas bocah homo di jejaring sosial twitter dengan akun @gaykids_botplg. LGBT ini dimulai setelah pelegalan pernikahan sejenis pada 26 Juni 2015 di Amerika Serikat. Dampak yang dihasilkan oleh AS ini pun merambat kepada kaum LGBT dan LSM  di Indonesia menuntut terjadinya hal serupa di negeri mayoritas muslim ini.

Fakta diatas menunjukkan, geliat LGBT sudah mulai terasa di sekitar kita, bangsa dengan populasi terbesar di dunia dan sangat menjunjung nilai ketimuran ini. Akan tetapi, hal ini tidak akhirnya menjadikan kita menerima mereka karena di berbagai agama manapun, termasuk Islam, tidak mengakui adanya LGBT dan semua agama menganggapnya sebagai dosa besar.

LGBT bukanlah sebuah gen yang muncul pada tubuh manusia. Penelitian berlanjut mulai tahun 1899 oleh Ilmuwan Jerman, Magnus Hirscheld, dan banyak peneliti lainnya yang akhirnya disempurnakan oleh Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada pada 1999 membuktikan, tidak ada gen yang membuat seseorang akhirnya menjadi LGBT dalam postingan satujam.com. Justru penelitian psikologi membuktikan, sesungguhnya kemunculan LGBT berasal dari faktor lingkungan menurut penelitian para ilmuan dari Sekolah Biologi dan Kimia Ratu Mary dan dari Sekolah Kedokteran Institut Karolinska di Swedia yang termuat dalam jurnal Archives of Sexual Behavior.

Banyaknya penelitian menunjukkan yang membuat LGBT semakin marak adalah faktor lingkungan yang mendukung. Kita hidup dimana ekspresi kebebasan seluas-luasnya dijunjung tinggi karena paham demokrasi sekulerisme yang diterapkan Indonesia saat ini. Padahal, ketika hawa nafsu dijadikan penuntun arah kehidupan, maka peradaban yang hancurlah hasilnya, seperti ketika kaum Nabi Luth yang diazab oleh Allah karena ekspresi kebebasan mereka.

Realitas LGBT saat ini memang ada, tetapi bukan berarti kita berdiam diri menerima atau bahkan malah menjauhi mereka. Orang-orang seperti mereka membutuhkan kita, Muslim, untuk mengajak mereka kembali kepada fitrah mereka masing-masing.Inilah fungsi dakwah untuk mengajak pada yang ma’ruf dan mencegah pada yang mungkar. Jika tidak, maka akan semakin marak di muka bumi ini kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan dan nyata, maka laknat Allah sesungguhnya telah turun tak hanya pada mereka yang LGBT, tetapi juga kita yang mendiamkannya.

Tak hanya mengajak para LGBT untuk kembali kepada fitrahnya, tetapi juga merubah suasana lingkungan. Bukan sembarang lingkungan, tetapi lingkungan yang Islami dimana aturan-aturan Islam diterapkan di dalamnya dan akidah Islam sebagai bentengnya. Saat masyarakat sudah terbentengi dengan akidah yang kuat dan sanksi Islam yang tegas. Hal ini tidak akan terwujudkan jika hanya sepihak dua pihak, tetapi mewujudkan lingkungan yang Islami membutuhkan peran besar dari negara untuk melindungi warga negaranya. Ini semua hanya akan terwujud dalam bingkai negara Khilafah Islamiyah ‘ala minhaj an nubuwwah dan saat itu pula pertumbuhan LGBT dapat ditekan hingga menghilang sama sekali dari muka bumi ini.

Wallahua’lam bi ash-shawab

Choirun Nisa, mahasiswi Jurnalistik

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran 2014

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Wah.. setuju sih dengan lingkungan yang dibuat islami.. meski negara plural dan bukan cuman islam doang, tapi islam kan juga toleran jd nggak masalah kalau di buat ala islami. Namun, kalau ke-khilafahan sepertinya Indonesia masih jauh.. masih ingin memimpin negaranya sendiri.

    Like

    1. nisanisii says:

      Hmm menarik. Mungkin kita bs diskusi masalah ini kaya dulu lagi, syif hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s